MITOS VS LOGIKA

Assalamualaikum Wr. Wb. Salam Sejahtera Untuk Sobat Semua !!!

Istilah mitos sudah lama dikenal, bisa dikatakan mitos ialah sesuatu berupa wacana (bisa berupa cerita, asal-usul, atau keyakinan) yang keberadaannya satu paket dengan pantangan yang tidak boleh dilanggar. Orang bilang menentang mitos itu ”pamali” (dosa) bisa kualat. Keberadaan mitos sangat erat kaitannya (jadi inget mapel sosiologi SMA hehehe) dengan adat istiadat yang masih bersifat tradisional. Terutama pada sebagian masyarakat yang masih meyakini ajaran animisme dan dinamisme. Mitos dengan aturan yang telah lampau tidak bisa begitu saja disisihkan, akan banyak hal yang harus dilalui untuk menciptakan perubahan itu. Tentunya tidak semudah menutup buku.

Logika, lebih menitik beratkan pada analisis pikiran dan kemajuan persepsi dengan kata lain lebih menonjolkan peran pikiran yang masuk akal dan angka kemungkinannya lebih tinggi dibanding angka ketidakmungkinannya. Benarkah mitos selalu memiliki alasan yang logis? Berbeda dengan masyarakat tradisional yang masih meyakini adanya mitos sebagai sesuatu yang harus diperlakukan hati-hati, masyarakat modern tidak begitu adanya, mungkin karena telah banyak fasilitas canggih yang bisa menepis kepercayaan tentang mitos. ”kalau makan jangan depan pintu nanti yang mau ngelamar kamu balik lagi. Dasar anak muda zaman sekarang, dikasih tau orang tua kok malah ngeyel, katanya mitos lah, tahayul lah, nanti kalo sudah kena batunya aja baru nyesel ”. Kata seorang Nenek pada cucunya. Pernah mengalami kejadian yang serupa ? sebetulnya kalau dipikir-pikir lagi kata-kata si Nenek ada benernya juga alias masuk akal. Tidak ada salahnya menganalisis sebentar tentang hubungan mitos dengan logika dengan cara mengambil beberapa contoh mitos dan mengkaitkannya dengan pemikiran yang lebih masuk akal. Misalnya :

Anak gadis dilarang keras makan di depan pintu, katanya bisa batal dilamar orang alias balik kucing. (ini mitosnya). Kalau dipikir-pikir memang tidak pantas makan di depan pintu, fungsi pintu hanya untuk jalan keluar masuk saja. Kalau memang makan ya di ruang makan atau di tempat yang layak untuk makan. Hubungan dengan yang ngelamar balik lagi apa ya ? Otomatis balik, semua cowok pasti pengen calon istri yang punya sopan santun, lah kalau makannya di depan pintu dan berdiri pasti ill feel (ntar disangka kuda, kan makannya kuda berdiri) Karena itu ga jadi ngelamar.

Mitos lain, calon pengantin perempuan dilarang keras keramas ketika dekat hari H kenapa ? katanya supaya tidak turun hujan deras ketika resepsi berlangsung yang bisa mengacaukan acara. Masuk akal tidak ya ? keramas dan hujan ? logikanya kenapa calon pengantin perempuan dilarang membasahi rambutnya (keramas) karena kata penata rias pengantin, kalau rambut yang akan disanggul itu di keramasi maka tekstur rambut jadi halus dan lembek ini menyulitkan si penata rambut memasang sanggul. Jadi ketika hari H si calon pengantin tidak boleh keramas supaya lebih mudah disasak dan dipasang sanggul. (kalau aku mah kerudungan aja pas nikah, biar bisa keramas sesukaku hehehe) urusan hujan cuekin aja, cari bulan nikahnya dimusim kemarau biar ga keujanan.

Kalau nyapu harus sampai tuntas jangan dikumpulin dipojokan, nanti biar rejekinya tidak mampet (ini mitosnya). Kalau dimarahin sama Ibu, Nenek, atau buyut kamu soal ini jangan marah dulu, pikirin aja yang masuk akal, yang disapu pasti kotoran dan debu kan ? kalau terlalu lama dikumpulin di pojokan setiap kamu nyapu jadinya rumah atau kamar kamu bakal kotor, kalau keadaan kotor pasti bikin malas. Jadinya tidak bisa melakukan sesuatu hal yang bisa menguntungkan, misalnya gara-gara kamar kotor malas belajar bisa jadi kan, akhirnya rejeki baik untuk dapat nilai bagus terhambat kan ? anggap saja begitu.

Seorang Ayah yang pulang kerja, ketika punya baby harus ke kamar mandi dulu untuk cuci tangan dan kaki, katanya supaya setan dari luar yang ikut di badan si Ayah tidak menakuti bayinya. Logika untuk mitos ini mudah saja tentu saja orang yang pulang kerja lewat jalan yang penuh dengan debu dan kotoran, belum lagi kalau macet dan asap kendaraan menempel di baju. Bayi yang baru lahir belum memiliki anti body yang kuat jadi rentann terkena berbagai macam penyakit. Debu dan kotoran yang menempel di baju si Ayah ialah sarang kuman dan virus, jadi harus dihilangkan dulu dengan cara cuci tangan dan kaki, lebih baik lagi kalau mandi dulu, baru timang-timang anak tersayang.

Ini hanya beberapa contoh, mitos dan logika bukanlah sesuatuyang perlu diperdebatkan, santai saja karena pada setiap mitos pasti punya alasan yang logis. Mungkin cara penyampaiannya saja yang kurang tepat, jadinya anak muda seperti kita suka ngeyel….hehehehe
(Sumber : http://laraasih.com)

Wassalamualaikum Wr. Wb
Salam Kenal